Dalam momen penuh makna Haflatul
Qur’an ke-5 yang digelar oleh Yayasan Al-Izzah Serang, dua tokoh penting
dari Pemerintah Kota Serang hadir langsung untuk memberikan dukungan moril dan
apresiasi kepada para penghafal Al-Qur’an. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil
Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, S.Sos, serta Ketua DPRD Kota Serang,
H. Muji Rohman, S.H.
Kehadiran keduanya menambah
kehormatan sekaligus membuktikan bahwa pemerintah daerah serius dalam mendukung
program-program pendidikan berbasis Qur’ani yang dijalankan oleh lembaga
pendidikan Islam di wilayah Kota Serang.
Apresiasi Pemerintah Daerah
terhadap Yayasan Al-Izzah
Dalam sambutannya, Wakil Wali
Kota Serang, Nur Agis Aulia, menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas
keberhasilan Yayasan Al-Izzah dalam mendidik generasi muda menjadi insan yang
cinta Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa lembaga seperti Al-Izzah memiliki peran
strategis dalam menjaga moralitas generasi bangsa.
“Kami di Pemerintah Kota Serang
sangat mengapresiasi dan akan terus mendukung kegiatan seperti ini. Menghafal
Al-Qur’an adalah fondasi utama dalam membentuk akhlak dan karakter pemimpin
masa depan,” ujar Nur Agis di hadapan ratusan hadirin.
Beliau juga mengajak seluruh
lembaga pendidikan Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat kurikulum dan
pembinaan karakter siswa, seiring dengan tantangan zaman yang semakin kompleks.
Ketua DPRD: Pendidikan Qur’ani
adalah Investasi Jangka Panjang
Sementara itu, Ketua DPRD Kota
Serang, H. Muji Rohman, menyampaikan bahwa kegiatan seperti Haflatul Qur’an
merupakan bentuk nyata dari keberhasilan pendidikan karakter Islami di tengah
masyarakat. Ia mengapresiasi sistem pendidikan terpadu yang diterapkan oleh
Yayasan Al-Izzah Serang, karena berhasil mencetak penghafal Qur’an dari jenjang
RA hingga SMA.
“Ini bukan hanya prestasi
akademik, tetapi juga investasi moral dan spiritual untuk masa depan. Saya merasakan
sendiri bagaimana proses pembentukan karakter yang terjadi pada anak-anak saya
selama bersekolah di Yayasan Al-Izzah Serang dan Alhamdulillah semua memiliki
hafalan Qur’an dan kita perlu mendukung pengembangan lembaga Islam seperti
Al-Izzah,” ujarnya dengan penuh semangat.
Beliau juga mengungkapkan
harapannya agar program tahfidz Al-Qur’an tidak hanya menjadi kegiatan internal
sekolah, tetapi juga meluas ke lingkungan masyarakat secara inklusif.
Dukungan untuk Pendidikan
Islam Terpadu
Kehadiran para pejabat daerah ini
menjadi energi tambahan bagi seluruh civitas Yayasan Al-Izzah. Menurut panitia
penyelenggara, sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan Islam sangat
penting untuk memperkuat sistem pendidikan nasional berbasis nilai-nilai
Qur’ani.