Dukungan Pimpinan Yayasan dan
Masyarakat
Dr. H. Moh. Ali, M.Si dari unsur
Badan Pengawas memberikan apresiasi atas langkah strategis ini dan menilai
pesantren ini dapat menjadi model pendidikan berbasis lingkungan yang
inspiratif. Ia berharap pesantren ini menjadi pusat pembinaan bagi masyarakat
kepulauan dan menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan Islam lainnya.
KH. Yusuf Rusydi, M.Pd dari Badan
Wakaf menambahkan bahwa pembangunan ini adalah amanah bersama yang harus
dijaga. Ia mengajak masyarakat dan para donatur untuk berkontribusi dalam
proses pembangunan demi kenyamanan dan keberlangsungan pendidikan santri di
masa mendatang.
Sambutan Hangat dari Warga
Pulau Tunda
Kehadiran Pesantren Tadabur
Qur’an juga disambut antusias oleh masyarakat setempat. Ketua RT Pulau Tunda
menyampaikan ungkapan penuh harap dan rasa syukur atas pendirian pesantren di
wilayah mereka.
“Kami sangat bersyukur dan bangga
karena Pulau Tunda dipercaya menjadi lokasi pembangunan pesantren ini.
Kehadiran Yayasan Al-Izzah Serang membawa angin segar bagi masyarakat. Semoga
pesantren ini menjadi pusat pendidikan yang mampu membimbing anak-anak kami
menjadi generasi yang berakhlak dan cinta Qur’an,” ujar Ketua RT.
Beliau juga berharap keberadaan
pesantren akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat, baik di bidang
pendidikan, kegiatan sosial, maupun pemberdayaan ekonomi.
Langkah Awal Perluasan Dakwah
di Kepulauan
Pembangunan pesantren ini akan
dilakukan secara bertahap, mulai dari fasilitas ruang belajar, asrama santri,
hingga area tadabur yang memanfaatkan lingkungan alami sekitar. Program
unggulan yang direncanakan mencakup tahfizul Qur’an, tadabur ayat kauniyah,
pembinaan karakter, hingga aktivitas eksplorasi lingkungan seperti observasi
laut dan kegiatan konservasi.
Dengan Peletakan Batu Pertama
ini, Yayasan Al-Izzah Serang menegaskan komitmennya dalam memperluas dakwah dan
menghadirkan pendidikan Islam yang inovatif serta ramah lingkungan. Kehadiran
Pesantren Tadabur Qur’an di Pulau Tunda diharapkan memberikan manfaat besar
bagi masyarakat dan menjadi pusat pembinaan generasi Qur’ani masa depan.
Momentum ini menjadi awal
perjalanan panjang dalam membangun peradaban Qur’ani yang menyatu dengan alam
dan memberikan keberkahan bagi masyarakat kepulauan.