Serang, 13 Juni 2026 –
Yayasan Al-Izzah Serang sukses menyelenggarakan Haflatul Qur’an ke-6 Tahun
Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung dengan khidmat, meriah, dan penuh rasa
syukur. Kegiatan tahunan ini menjadi momentum istimewa untuk memberikan
apresiasi kepada para santri yang telah berhasil mencapai target hafalan
Al-Qur’an melalui proses pembinaan yang disiplin, konsisten, dan penuh
kesungguhan.
Acara tersebut dihadiri oleh
berbagai unsur masyarakat, mulai dari pejabat publik, tokoh agama, tokoh
masyarakat, pegawai, orang tua santri, hingga seluruh keluarga besar Yayasan
Al-Izzah Serang. Hadir pula perwakilan dari unit RA, SDIT Al-Izzah, SDIT
Al-Izzah 2, SMPIT Al-Izzah, Madrasah Diniyah, dan Pondok Modern Terpadu
Al-Izzah. Kehadiran para tamu undangan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap
upaya Yayasan dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul dan berakhlak mulia.
Apresiasi bagi Para Penghafal
Al-Qur’an
Selain menjadi agenda tahunan,
Haflatul Qur’an merupakan ajang penghargaan bagi para santri yang telah
menyelesaikan capaian hafalan Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini, Yayasan Al-Izzah
Serang memberikan apresiasi atas kerja keras, ketekunan, dan semangat para
santri dalam menghafal Kalamullah.
Suasana haru dan kebanggaan
begitu terasa sepanjang acara. Para orang tua tampak bahagia saat menyaksikan
putra-putri mereka menerima penghargaan atas capaian hafalan yang telah diraih.
Tidak hanya itu, momen ini juga menjadi bukti keberhasilan sinergi antara
sekolah, keluarga, dan lingkungan dalam membentuk generasi yang mencintai
Al-Qur’an.
Dengan demikian, Haflatul Qur’an
tidak hanya menjadi seremoni wisuda tahfiz, tetapi juga menjadi sarana untuk
menumbuhkan semangat para santri agar terus menjaga dan mengamalkan hafalannya
dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan Ketua Yayasan Al-Izzah
Serang
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan
Al-Izzah Serang, Dr. Muhammad Arifin, S.Ag., M.SI., menyampaikan ucapan selamat
kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas pencapaian yang telah diraih. Beliau
mengapresiasi perjuangan para santri yang telah menunjukkan kesungguhan dalam
menghafal Al-Qur’an.
Lebih lanjut, beliau mengajak
para wisudawan untuk terus menjaga hafalan, memperkuat akhlak mulia, dan
meningkatkan semangat belajar. Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi pedoman
hidup yang mampu membimbing setiap langkah dalam menghadapi tantangan zaman.
“Jadikan Al-Qur’an sebagai
cahaya kehidupan, sumber inspirasi, dan landasan dalam meraih masa depan yang
gemilang,” pesannya di hadapan para santri dan wali santri.
Wakil Gubernur Banten Berikan
Motivasi
Kegiatan Haflatul Qur’an ke-6 ini
semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Gubernur Banten, Dr. Ahmad Dimyati
Natakusumah. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan motivasi kepada para
santri dan orang tua agar terus menjadikan pendidikan Al-Qur’an sebagai
prioritas utama.
Menurut beliau, pendidikan
berbasis Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang
berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial. Oleh karena itu,
lembaga pendidikan Islam perlu terus memperkuat program pembinaan karakter dan
tahfiz Al-Qur’an sebagai bekal bagi generasi masa depan.
Selain itu, beliau mengapresiasi
komitmen Yayasan Al-Izzah Serang yang secara konsisten menghadirkan pendidikan
Islam berkualitas melalui penguatan akademik, pembinaan karakter, dan
pendidikan Al-Qur’an.
Komitmen Al-Izzah Mencetak
Generasi Qur’ani
Melalui penyelenggaraan Haflatul
Qur’an ke-6 Tahun Pelajaran 2025/2026, Yayasan Al-Izzah Serang kembali
menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul,
berprestasi, dan berakhlak mulia. Program tahfiz yang terintegrasi dengan
pendidikan akademik menjadi salah satu upaya nyata dalam membangun generasi
yang siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Pada akhirnya, kegiatan ini
diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus meningkatkan
kecintaan terhadap Al-Qur’an. Dengan semangat tersebut, Yayasan Al-Izzah Serang
optimis dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan
mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.