Wakil Bupati Serang H.M. Najib
Hamas, S.E., M.M. menekankan bahwa kepemimpinan tidak seharusnya dipandang
hanya dari sisi jabatan atau posisi seseorang.
Menurutnya, nilai seorang
pemimpin justru terlihat dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan
kepada orang lain. Seorang pemimpin juga harus mampu menjadi contoh dan
menghadirkan perubahan positif di lingkungan tempat ia berada.
“Kepemimpinan bukan hanya tentang
posisi atau jabatan. Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang mampu
memberikan manfaat, menjadi teladan, dan menghadirkan dampak positif bagi
lingkungan sekitarnya. Karena itu, kegiatan seperti Diklatpim ini menjadi ruang
yang sangat penting untuk membangun kapasitas dan karakter para calon
pemimpin.”
Najib Hamas juga mendorong
peserta untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk belajar dan
memperluas wawasan. Menurutnya, tantangan ke depan membutuhkan generasi yang
tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, tanggung jawab,
dan kesiapan untuk mengambil peran.
Sementara itu, Ketua Yayasan
Al-Izzah Serang Dr. Muhammad Arifin, S.Ag., M.SI. menyampaikan bahwa Diklatpim
merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam mempersiapkan sumber daya manusia
yang unggul sekaligus memiliki karakter kepemimpinan.
Tema “Lead With Impact”,
menurutnya, menjadi pengingat bahwa kepemimpinan seharusnya tidak berhenti pada
kemampuan memberikan arahan kepada orang lain. Kepemimpinan harus terlihat
dalam sikap, integritas, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta keberanian
untuk melakukan sesuatu yang memberikan manfaat.
“Kami ingin membangun kesadaran
bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Namun,
kepemimpinan harus diwujudkan melalui integritas, tanggung jawab, kemampuan
berkolaborasi, dan keberanian untuk memberikan dampak yang baik. Inilah semangat
yang ingin kami bangun melalui Diklatpim Yayasan Al-Izzah Serang.”
Muhammad Arifin menilai proses
pendidikan dan pembinaan memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi
yang mampu menghadapi perubahan zaman. Karena itu, Diklatpim diharapkan tidak
berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi menjadi ruang bagi peserta untuk
belajar, berdiskusi, bertukar pengalaman, dan menemukan cara untuk memberikan
kontribusi di lingkungan masing-masing.
Pandangan serupa disampaikan
Suhartono, M.Pd., Kepala Badan Pengembangan Prestasi Guru dan Siswa JSIT
Indonesia. Ia menilai bahwa seorang pemimpin harus memiliki kemauan untuk terus
belajar sekaligus mampu membawa orang-orang di sekitarnya untuk berkembang.
Baginya, keberhasilan seorang
pemimpin tidak hanya dapat diukur dari pencapaian pribadi. Lebih jauh, seorang
pemimpin juga dituntut mampu menggerakkan dan membantu orang lain mencapai
potensi terbaiknya.
“Pemimpin yang baik bukan hanya
mereka yang mampu mencapai tujuan, tetapi juga mereka yang mampu mengajak,
menggerakkan, dan mengembangkan orang lain. Karena itu, kepemimpinan harus
memiliki dampak. Dampak tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat,
kemudian berkembang menjadi kontribusi yang lebih luas.”
Suhartono berharap Diklatpim
Yayasan Al-Izzah Serang dapat menjadi momentum bagi peserta untuk memperkuat
kapasitas diri. Ia juga mendorong agar peserta memiliki pola pikir yang
adaptif, terbuka terhadap perubahan, dan mampu melihat persoalan dengan pendekatan
yang berorientasi pada solusi.
Pesan yang muncul dari kegiatan
tersebut bermuara pada satu hal: kepemimpinan harus menghasilkan dampak.
Menjadi pemimpin bukan hanya
tentang siapa yang berada di depan, melainkan tentang siapa yang mampu
menggerakkan, memberi contoh, dan menghadirkan manfaat. Perubahan pun tidak
selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat dimulai dari lingkungan
terdekat, dari tindakan sederhana, dan dari keberanian untuk mengambil tanggung
jawab.
Melalui Diklatpim Yayasan
Al-Izzah Serang Tahun 2026, semangat “Lead With Impact” diharapkan tidak
berhenti sebagai tema kegiatan. Semangat tersebut diharapkan tumbuh menjadi
prinsip yang dibawa peserta dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan,
organisasi, masyarakat, maupun dalam menghadapi tantangan di masa mendatang.
Sebab pada akhirnya, pemimpin
bukan hanya tentang memimpin orang lain, tetapi tentang seberapa besar
keberadaan kita mampu memberikan arti dan membawa kebaikan bagi orang lain.